5 Apr 2020 22:15 pm

BeJoBE | Better Journalism for Better Environment

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia


"Better Journalism for Better Environment"

AJI Indonesia dan WWF Indonesia pada tanggal 13-14 September 2014 telah menyelenggarakan Journalist Camp "Better Journalism for Better Environment" diikuti 14 jurnalis dari berbagai kota, seperti Jakarta, Kupang, Pontianak, Medan, Bandung, Yogyakarta dan Semarang. Kegiatan ini diadakan di The Pinewood Hotel, Cisarua, Bogor.

Para peserta Journalist Camp ini terpilih dari kurang lebih 30 pendaftar, berdasarkan topik liputan yang diajukan. Topik liputan terpilih, mempunyai beragam masalah lingkungan. Mulai dari soal mangrove, abrasi pantai, sampah perkotaan, sertifikasi hasil hutan, pertanian lestari, sampah B3, dampak tambang batubara dan industri logam sampai ke soal gaya hidup remaja terkait dengan ponsel.

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Jenderal AJI Indonesia, Suwarjono. Dalam pembukaanya, Suwarjono menyampaikan apresiasi dari AJI kepada peserta yang telah terpilih. “Kerjasama AJI dan WWF dalam program ini merupakan salah satu wujud dari misi AJI untuk mewujudkan pers yang profesional, dengan meningkatkan kapasitas jurnalis pada isu spesifik tertentu, dalam hal ini adalah isu lingkungan”, tambahnya.

Jornalist Camp ini sejak awal memang tidak membatasi isu lingkungan, memberi kebebasan peserta untuk memilih topik sesuai masalah di kota masing-masing. Namun saat mengikuti Journalist Camp ini, setiap topik dipertajam, diperkaya dan dibimbing oleh dua jurnalis senior, Harry Surjadi dan Riza Primadi. Sehingga nanti karya jurnalistik yang dihasilkan cukup tajam dan bernas.

Untuk memperkaya wawasan para jurnalis ini, kegiatan Journalist Camp juga melakukan kunjungan lapangan ke lahan pertanian organik Agatho, yang merupakan pelopor organik di Indonesia. Dilanjutkan dengan diskusi beberapa topik kelautan dan kehutanan bersama Veda Setiaji dan Nursamsu dari WWF, David Arfhian dari Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan, Yon Vitner, pengajar dari Institut Pertanian Bogor.

Selepas Jorunalist Camp ini, ke 14 jurnalis ini kembali ke kota masing masing dan memulai liputan. Direncanakan pada bulan Oktober 2014, semua karya jurnalistik yang dibuat peserta sudah terpublikasi di media masing masing. Dan untuk seterusnya, diharapkan ke 14 jurnalis ini mempunyai kemampuan lebih dalam menelurkan karya jurnalistik lingkungan.

 


Bagikan :

Berita lainnya:



B U K U

Ketidakadilan Pangan Di Timur Indonesia

2014 © AJI Indonesia