24 Jul 2019 09:42 am

BeJoBE | Better Journalism for Better Environment

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia


 

AJI Indonesia dan WWF Indonesia pada tanggal 15-16 November 2014 telah menyelenggarakan Journalist Camp tahap ke-2 sebagai bagian dari program "Better Journalism for Better Environment", yang diikuti oleh 25 jurnalis dari berbagai kota, seperti Jakarta, Kupang, Pontianak, Medan, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Banda Aceh, Pekanbaru, Jambi, dan Lampung. Peserta merupakan gabungan dari beberapa peserta training program terkait yang pernah diadakan AJI dan WWF di beberapa wilayah, yaitu peserta journalist camp nasional tahap I, peserta training lingkungan di Banda Aceh, Pekanbaru, dan Lampung.  

Acara yang diadakan di Hotel Novus Giri Puncak ini, dibuka oleh Ketua Umum AJI Indonesia, Eko Maryadi. Dalam pembukaanya, Eko menyampaikan apresiasinya terhadap jurnalis yang hadir dalam pelatihan. “Program WWF dengan AJI Indonesia sudah berjalan satu tahun dan merupakan kegiatan terakhir pada periode kepengurusannya sebelum kongres di Bukittinggi. Namun kerjasama dengan WWF diharapkan akan terus berlanjut tahun depan dengan melibatkan lebih banyak lagi kota maupun jurnalis, sehingga kapasitas dan pemahaman jurnalis terhadap isu lingkungan dapat diperkuat agar tidak hanya mencakup isu permukaan saja, tetapi juga mampu menganalisa secara menyeluruh. Dengan demikian, masyarakat memahami serta mendapatkan informasi secara utuh dan berimbang”, ungkapnya.

Journalist camp tahap ke-2 ini tidak hanya membahas mengenai isu lingkungan secara luas, namun lebih spesifik pada masalah korupsi kehutanan dan lingkungan. Narasumber yang dihadirkan untuk memperdalam isu antara lain, Rivan Prahasya (Transparency International – Indonesia), Agus Santoso (PPATK), dan Fathi Hanif (SIAP II – WWF Indonesia). Kemudian untuk sesi jurnalistik, narasumbernya adalah Lexy Rambadeta (Offspring), ia memaparkan mengenai video journalism dan tantangan pada era digital, dan dilanjutkan oleh Eko Maryadi mengenai liputan media mengenai korupsi lingkungan. Selain narasumber tersebut,  peserta juga masih didampingi oleh dua jurnalis senior, Riza Primadi dan Harry Surjadi selaku mentor.

Selain menghadirkan narasumber untuk memperdalam isu korupsi lingkungan, dalam pelatihan ini juga dipilih dua jurnalis yang mendapatkan the best reporting dari 14 peserta yang pernah mengikuti beasiswa journalist camp tahap 1, yaitu Adi Marsiela dari Suara Pembaruan dan Marhasak Reinardo Sinaga dari RRI Pontianak. Mereka berhak mendapatkan study trip ke salah satu lokasi kerja WWF Indonesia. Dewan juri yang menilai terdiri dari mentor, perwakilan WWF Indonesia, dan perwakilan AJI Indonesia.

Journalist camp tahap ke-2 ini, tidak hanya berhenti pada pelatihan dua hari saja. Namun untuk menindaklanjuti ide liputan peserta, AJI dan WWF Indonesia membuka penghargaan untuk peserta yang akan meliput isu kejahatan lingkungan. Penghargaan ini terbuka untuk jurnalis cetak/online, TV, dan Radio. Panitia akan menyeleksi 3 karya terbaik untuk mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp. 5.000.000,-. Penghargaan ini akan ditutup pada tanggal 5 Desember 2014, sebelum proses penjurian dan pengumuman pemenang. 


Bagikan :

Berita lainnya:



B U K U

Ketidakadilan Pangan Di Timur Indonesia

2014 © AJI Indonesia