24 May 2019 07:43 am

BeJoBE | Better Journalism for Better Environment

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia


“Penguatan SFMP APRIL yang diumumkan hari ini merupakan tanggapan atas tuntutan untuk menghentikan deforestasi yang disuarakan kelompok masyarakat sipil sejak lama. WWF berharap APRIL dapat mengimplementasikan komitmen ini secara menyeluruh mengingat potensi dampak positifnya bagi lingkungan hidup dan sosial,” kata Dr.Efransjah, CEO WWF-Indonesia.

Meskipun optimis, WWF masih menanggapi dengan hati-hati implementasi secara penuh dan ketat dari komitmen APRIL ini. WWF akan terus memantau kemajuan implementasi SFMP 2.0 bersama pemangku kepentingan lainnya seperti dengan koalisi LSM, Eyes on the Forest.

Melalui kebijakan baru ini, APRIL berkomitmen untuk tidak melakukan; penambahan areal baru, ijin ataupun pemasok kayu yang melanggar prinsip-prinsip pengelolaan hutan yang terdapat dalam SFMP 2.0. Walau APRIL berkomitmen untuk tidak membuka atau mengeringkan lahan gambut yang masih berhutan, masih terdapat peluang pengembangan lahan gambut yang telah terdegradasi berdasarkan kajian dan rekomendasi dari pakar lahan gambut independen. Kebijakan baru ini juga telah memasukkan komitmen perlindungan atas wilayah yang memilki nilai karbon tinggi/High Carbon Stock (HCS) mengacu kepada pendekatan HCS yang ditentukan oleh HCS Approach Steering Group.

Sebagai bagian dari Stakeholder Advisory Committee (SAC), WWF akan terus bekerjasama dengan anggota lainnya yang terdiri dari para pakar dan kelompok masyarakat sipil, mendukung dan memberi masukan kepada APRIL untuk memenuhi komitmennya dan menjalani proses transisi untuk menjadi produsen yang lebih bertanggung jawab. WWF juga mendorong APRIL untuk menambah perwakilan kelompok masyarakat sipil di dalam keanggotaan SAC dan melakukan kajian independen terhadap kemajuan implementasi SFMP 2.0. WWF meminta APRIL agar selalu memberikan respon dan melakukan tindak lanjut atas semua rekomendasi dan masukan dari SAC serta pemangku kepentingan kunci lainnya secara jelas dan transparan.

“Komitmen yang lebih diperkuat ini merupakan langkah maju dalam transformasi perusahaan ke arah produksi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Kami meminta APRIL untuk selalu menghargai hak tenurial masyarakat adat dan secara serius terus berupaya untuk menyelesaikan konflik sosial yang dihadapi seperti komitmen dalam SFMP 2.0, “kata Aditya Bayunanda, Forest Commodity Market Transformation Leader, WWF-Indonesia.

“WWF akan terus bekerja bersama organisasi masyarakat sipil lainnya untuk memantau dan menilai konsistensi APRIL terhadap komitmen baru ini,” tambah Bayunanda.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Aditya Bayunanda, Forest Commodity Market Transformation Leader, WWF-Indonesia

Email: abayunanda@wwf.or.id, Hp: +62-818-265-588

Nenden N. Fathiastuti, Public Relations Manager WWF-Indonesia

Email: nfathiastuti@wwf.or.id, Hp: +62 811 1909-148

Rod Taylor, Director WWF Global Forest Programme

Email: rtaylor@wwfint.org, Hp: +41 798177620

Catatan untuk Editor: Forest Conservation Management Policy APRIL bisa diunduh di http://www.aprilasia.com/en/sustainability/sustainability-policy

Tautan Berita terkait: http://www.wwf.or.id/?39582/Tanggapan-WWF-atas-APRIL-SFMP-20

Tentang WWF-Indonesia

WWF-Indonesia adalah organisasi konservasi nasional yang mandiri dan merupakan bagian dari jaringan global WWF. Mulai bekerja di Indonesia pada tahun 1962 dengan penelitian Badak Jawa di Ujung Kulon, WWF-Indonesia saat ini bergiat di 28 wilayah kerja lapangan di 17 propinsi, mulai dari Aceh hingga Papua. Didukung oleh sekitar 500 staff, WWF-Indonesia bekerja bersama pemerintah, masyarakat lokal, swasta, LSM, masyarakat madani, dan publik luas. Sejak 2006 hingga 2013, WWF Indonesia didukung oleh sekitar 64.000 supporter di dalam negeri. Kunjungi www.wwf.or.id.


Bagikan :

Berita lainnya:



B U K U

Ketidakadilan Pangan Di Timur Indonesia

2014 © AJI Indonesia